![]() |
| pupuk penyubur jagung |
Perawatan tanaman jagung merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan budidaya. Banyak petani sudah menanam jagung dengan teknik yang benar, namun hasil panen belum maksimal karena perawatan yang kurang optimal. Padahal, perawatan jagung yang tepat dapat meningkatkan kualitas tongkol, berat biji, serta mengurangi risiko gagal panen akibat hama dan penyakit.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tahapan perawatan tanaman jagung mulai dari awal pertumbuhan hingga menjelang panen. Panduan ini cocok diterapkan oleh petani pemula maupun petani berpengalaman yang ingin meningkatkan produktivitas lahan.
Pentingnya Perawatan Tanaman Jagung
Tanaman jagung memiliki fase pertumbuhan yang cukup sensitif, terutama pada masa vegetatif dan generatif. Pada fase ini, tanaman membutuhkan nutrisi, air, dan lingkungan yang seimbang. Jika salah satu faktor tidak terpenuhi, pertumbuhan tanaman akan terganggu dan berdampak langsung pada hasil panen.
Perawatan yang baik bertujuan untuk:
-
Menjaga pertumbuhan tanaman tetap sehat
-
Memastikan penyerapan nutrisi berjalan optimal
-
Mencegah serangan hama dan penyakit
-
Meningkatkan produktivitas dan kualitas jagung
Penyulaman Tanaman Jagung
Penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman jagung yang tidak tumbuh atau mati setelah tanam.
Waktu Penyulaman
Penyulaman sebaiknya dilakukan pada umur 7–10 hari setelah tanam. Pada waktu ini, perbedaan tanaman yang tumbuh normal dan yang tidak tumbuh sudah terlihat jelas.
Cara Penyulaman yang Benar
Gunakan benih yang sama dengan benih awal penanaman agar pertumbuhan tanaman seragam. Lubang tanam dibuat di tempat tanaman yang mati, lalu benih ditanam dan ditutup tanah tipis.
Penyulaman yang terlambat dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seragam dan menyulitkan perawatan selanjutnya.
Penyiangan Gulma Secara Rutin
Gulma merupakan salah satu musuh utama tanaman jagung karena bersaing dalam menyerap air, nutrisi, dan cahaya matahari.
Waktu Penyiangan
Penyiangan dilakukan minimal dua kali, yaitu:
-
Penyiangan pertama pada umur 15–20 hari setelah tanam
-
Penyiangan kedua pada umur 35–40 hari setelah tanam
Jika gulma tumbuh sangat cepat, penyiangan tambahan dapat dilakukan sesuai kondisi lahan.
Metode Penyiangan
Penyiangan dapat dilakukan secara manual menggunakan cangkul atau sabit. Pada lahan yang luas, petani juga dapat menggunakan alat mekanis atau herbisida sesuai dosis anjuran.
Penyiangan yang tepat akan membantu tanaman jagung tumbuh lebih subur dan kuat.
Pemupukan Tanaman Jagung yang Efektif
Pemupukan merupakan bagian terpenting dalam perawatan tanaman jagung. Jagung membutuhkan unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam jumlah cukup.
Pemupukan Dasar
Pemupukan dasar dilakukan sebelum tanam atau saat pengolahan lahan. Pupuk yang digunakan biasanya berupa pupuk kandang atau kompos untuk memperbaiki struktur tanah.
Pemupukan Susulan Pertama
Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 15–20 hari. Pada fase ini, tanaman membutuhkan nitrogen untuk pertumbuhan daun dan batang.
Pupuk yang umum digunakan adalah urea atau NPK dengan dosis disesuaikan kondisi lahan.
Pemupukan Susulan Kedua
Pemupukan kedua dilakukan pada umur 35–40 hari setelah tanam. Pemupukan ini bertujuan mendukung pembentukan tongkol dan biji.
Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan cara ditugal di samping tanaman agar pupuk tidak langsung mengenai batang.
Pengairan Tanaman Jagung
Air sangat dibutuhkan tanaman jagung, terutama pada fase awal pertumbuhan dan fase pembungaan.
Kebutuhan Air Jagung
Tanaman jagung membutuhkan air yang cukup, tetapi tidak berlebihan. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman kerdil, sedangkan kelebihan air dapat menyebabkan akar membusuk.
Waktu Kritis Pengairan
Beberapa fase yang membutuhkan perhatian khusus dalam pengairan antara lain:
-
Fase awal pertumbuhan
-
Fase pembungaan
-
Fase pengisian biji
Pastikan saluran drainase berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang di lahan.
Pembumbunan Tanaman Jagung
Pembumbunan adalah kegiatan menimbun tanah ke pangkal batang tanaman jagung.
Manfaat Pembumbunan
Pembumbunan memiliki beberapa manfaat, antara lain:
-
Memperkuat posisi batang agar tidak mudah roboh
-
Menutup akar yang muncul ke permukaan
-
Membantu penyerapan nutrisi
Pembumbunan biasanya dilakukan bersamaan dengan penyiangan atau pemupukan susulan.
Pengendalian Hama Tanaman Jagung
Serangan hama dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan jika tidak dikendalikan sejak dini.
Hama Utama Jagung
Beberapa hama yang sering menyerang tanaman jagung antara lain:
-
Ulat grayak
-
Penggerek batang
-
Kutu daun
-
Tikus
Hama tersebut dapat menyerang daun, batang, hingga tongkol jagung.
Cara Pengendalian Hama
Pengendalian hama dapat dilakukan dengan beberapa cara:
-
Pengendalian mekanis, seperti memungut hama secara manual
-
Pengendalian biologis menggunakan musuh alami
-
Penggunaan pestisida sesuai dosis anjuran
Penggunaan pestisida sebaiknya dilakukan secara bijak agar tidak merusak lingkungan dan tidak menimbulkan resistensi.
Penyakit yang Sering Menyerang Jagung
Selain hama, tanaman jagung juga rentan terhadap beberapa penyakit.
Jenis Penyakit Jagung
Penyakit yang umum ditemukan antara lain:
-
Penyakit bulai
-
Karat daun
-
Busuk batang
-
Bercak daun
Penyakit ini umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus.
Pencegahan Penyakit
Langkah pencegahan penyakit jagung meliputi:
-
Menggunakan benih tahan penyakit
-
Menjaga kebersihan lahan
-
Mengatur jarak tanam yang tepat
-
Menghindari kelembapan berlebih
Pencegahan lebih efektif dibandingkan pengobatan setelah penyakit menyebar.
Perawatan Jagung Menjelang Panen
Menjelang panen, perawatan tanaman jagung tetap perlu diperhatikan agar kualitas hasil tetap terjaga.
Pengurangan Pengairan
Saat tanaman mendekati masa panen, pengairan dapat dikurangi untuk membantu proses pematangan biji.
Pengamatan Tongkol
Perhatikan kondisi tongkol jagung. Tongkol yang sehat memiliki biji penuh, rapat, dan tidak terserang hama.
Jagung yang dirawat dengan baik akan menghasilkan tongkol yang seragam dan bernilai jual tinggi.
Kesalahan Umum dalam Perawatan Jagung
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan petani antara lain:
-
Pemupukan berlebihan
-
Penyiangan terlambat
-
Pengairan tidak teratur
-
Pengendalian hama yang tidak tepat
Menghindari kesalahan tersebut dapat membantu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Kesimpulan
Perawatan tanaman jagung dari awal tanam hingga panen memegang peranan penting dalam menentukan hasil akhir. Penyulaman, penyiangan, pemupukan, pengairan, pembumbunan, serta pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara tepat dan teratur.
Dengan menerapkan perawatan jagung yang benar, petani dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko kerugian, dan memperoleh hasil panen yang maksimal. Budidaya jagung akan menjadi usaha tani yang menguntungkan jika dilakukan dengan perencanaan dan perawatan yang baik.

