![]() |
| Menghindari dari hama |
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Permintaan pasar yang stabil membuat banyak petani menjadikan bawang merah sebagai sumber pendapatan utama. Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, terdapat tantangan besar berupa serangan hama dan penyakit bawang merah yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, bahkan menyebabkan gagal panen jika tidak ditangani dengan tepat.
Hama dan penyakit dapat menyerang bawang merah sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang panen. Oleh karena itu, petani perlu memahami jenis hama, penyakit, gejala serangan, serta cara pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam agar bisa menjadi panduan praktis di lapangan.
Ulat bawang merupakan hama paling berbahaya dan sering menjadi penyebab utama kerusakan tanaman bawang merah.
-
Daun berlubang, transparan, atau terpotong
-
Daun mengering dari ujung
-
Serangan berat membuat tanaman gundul
-
Pertumbuhan tanaman terhambat
-
Sanitasi lahan sebelum tanam
-
Pengamatan rutin pada malam hari
-
Pengendalian alami menggunakan ekstrak daun mimba
-
Memanfaatkan musuh alami seperti parasitoid
-
Penggunaan insektisida nabati atau kimia sesuai dosis anjuran bila serangan parah
2. Thrips (Thrips tabaci)
Thrips adalah hama kecil namun sangat merugikan karena menyerang secara masif.
Gejala serangan:
-
Daun berwarna keperakan
-
Daun mengeriting dan mengering
-
Pertumbuhan tanaman kerdil
-
Umbi kecil dan ringan
Faktor pemicu:
-
Musim kemarau
-
Lingkungan kering dan panas
Pengendalian:
-
Penyiraman rutin untuk menurunkan populasi
-
Penggunaan perangkap kuning
-
Rotasi tanaman
-
Aplikasi pestisida nabati
3. Lalat Pengorok Daun (Liriomyza spp.)
Hama ini menyerang jaringan daun bagian dalam.
Gejala serangan:
-
Garis putih berkelok di daun
-
Daun cepat menguning
-
Fotosintesis terganggu
Cara pengendalian:
-
Memotong dan memusnahkan daun terserang
-
Menjaga kebersihan lahan
-
Penggunaan insektisida selektif bila diperlukan
4. Orong-orong (Gryllotalpa spp.)
Hama tanah yang menyerang akar dan umbi bawang merah.
Gejala serangan:
-
Tanaman layu mendadak
-
Akar putus atau rusak
-
Umbi membusuk
Pengendalian:
-
Pengolahan tanah sempurna
-
Penggenangan lahan sementara
-
Penggunaan umpan organik
B. Penyakit Penting pada Tanaman Bawang Merah
1. Penyakit Layu Fusarium
Disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum.
Gejala:
-
Daun menguning dan layu
-
Umbi membusuk dari pangkal
-
Tanaman mati sebelum panen
Penyebab:
-
Tanah lembap
-
Drainase buruk
-
Bibit terinfeksi
Pengendalian:
-
Gunakan bibit sehat
-
Rotasi tanaman
-
Pengapuran tanah
-
Aplikasi Trichoderma
2. Penyakit Antraknosa (Patek)
Antraknosa adalah penyakit yang sering muncul saat musim hujan.
Gejala:
-
Bercak cokelat kehitaman pada daun
-
Daun melengkung dan mengering
-
Umbi kecil dan kualitas turun
Pengendalian:
-
Jarak tanam ideal
-
Pengaturan sirkulasi udara
-
Fungisida nabati atau kimia sesuai kebutuhan
3. Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri)
Penyakit ini sangat umum pada sentra bawang merah.
Gejala:
-
Bercak ungu dengan tepi kuning
-
Daun mengering bertahap
-
Penurunan produksi signifikan
Cara pengendalian:
-
Pemupukan seimbang
-
Penyemprotan fungisida organik
-
Sanitasi lahan
4. Busuk Umbi
Biasanya terjadi saat pascapanen atau musim hujan.
Gejala:
-
Umbi lunak dan berbau
-
Umbi berubah warna
-
Tidak tahan simpan
Pencegahan:
-
Panen tepat waktu
-
Pengeringan maksimal
-
Penyimpanan di tempat kering dan berventilasi baik
C. Strategi Pencegahan Hama dan Penyakit Bawang Merah
1. Gunakan Bibit Berkualitas
Bibit sehat bebas penyakit adalah kunci utama keberhasilan budidaya bawang merah.
2. Rotasi Tanaman
Hindari menanam bawang merah terus-menerus di lahan yang sama.
3. Pengelolaan Air yang Baik
Drainase lancar mencegah jamur dan penyakit akar.
4. Pemupukan Seimbang
Tanaman yang sehat lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
D. Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Alami
Beberapa bahan alami yang efektif:
-
Ekstrak daun mimba
-
Larutan bawang putih
-
Air tembakau
-
Trichoderma dan Beauveria
Keunggulan pengendalian alami:
-
Ramah lingkungan
-
Aman bagi manusia
-
Tidak merusak tanah
E. Kesalahan Umum Petani yang Harus Dihindari
-
Penyemprotan pestisida berlebihan
-
Tidak melakukan pengamatan rutin
-
Mengabaikan sanitasi lahan
-
Menggunakan bibit asal-asalan
Kesimpulan
Hama dan penyakit bawang merah merupakan tantangan utama dalam budidaya. Namun, dengan pemahaman yang baik, pengamatan rutin, serta penerapan teknik pengendalian yang tepat dan ramah lingkungan, risiko kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.
Kunci suksesnya adalah pencegahan sejak awal, penggunaan bibit sehat, pengelolaan lahan yang baik, dan pengendalian terpadu. Dengan demikian, petani dapat memperoleh hasil panen bawang merah yang maksimal, berkualitas tinggi, dan menguntungkan.
Pelajari juga tentang

